Showing posts with label fiqih. Show all posts
Showing posts with label fiqih. Show all posts

Wednesday, May 12, 2010

Tidak Menyimpang dari Jalan Dakwah

Kita telah mengetahui marhalah dan peringkat yang sedang dilalui oleh dakwah Islam dan jenis usaha dan amal yang sungguh-sungguh yang dikehendaki oleh tahap dan peringkat ini. Yaitu, menyediakan generasi Islam yang beriman, yang menegakkan syakhsiah Islam untuk mengubah realitas yang batil dan menegakkan kembali syariat Islam, syariat Allah. Tuntutan yang asas pada hari ini ialah menyediakan dasar (pijakan) mukmin yang kokoh yang di atasnya dibina bangunan Islam yang agung.

Generasi Islam yang merupakan dasar yang kokoh itu dapat dilahirkan di alam nyata dengan memperbaiki diri lalu membangun rumahtangga Islam. Kemudian, mereka menyeru manusia supaya memperbanyak individu dan rumahtangga muslim dengan cinta-mencintai berasaskan kepada konsep persaudaraan karena Allah. Mereka ini kemudiannya bercantum dan diikat menjadi satu generasi Islam yang baru muncul yang menjadi teras dan dasar yang kukuh dan beriman yang sangat diperlukan untuk membina bangunan Islam ini.
Tetapi di sana ada beberapa banyak penyeleweng dakwah yang berusaha memalingkan para pendukung dakwah karena Allah dari usaha yang sungguh-sungguh ini. Ataupun memalingkan mereka dari jalan dakwah Islam supaya usaha dan tenaga hanya ditumpukan kepada urusan sampingan atau perkara cabang sama ada dengan niat baik atau sebaliknya. Tanpa disedari, ini boleh menghancurkan segala usaha-usahanya dan tidak menolongnya langsung. Pengarahan yang bersimpang-siur dan tidak bersatu akan menyusahkan kita untuk membuat kerja-kerja Islam atau boleh jadi terhenti langsung.

Wednesday, May 5, 2010

Islam dan Politik

Penulis: Khalid Ahmad Asy-Syantut

Definisi Islam
Islam berarti tunduk, patuh dan menerima apa yang dibawa Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam serta berserah diri kepada Allah dalam perintah dan larangan-Nya yang diturunkan melalui wahyu. Penulis lebih merasa tepat dengan menambahkan kata “sempurna”, sehingga definisinya menjadi: tunduk dan patuh secara sempurna terhadap apa yang dibawa Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam. Hal itu karena banyak umat Islam yang tidak memiliki pemahaman bahwa politik merupakan bagian dari Islam dan bahwa Islam itu mencakup din (agama) dan dunia, ibadah dan mu‘amalah, individu, masyarakat dan negara. Allah Ta’ala berfirman, “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (an-Nahl [16]: 89)
Diwayatkan dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Di dalam al-Qur’an ini Allah telah menjelaskan kepada kita setiap ilmu pengetahuan, segala sesuatu, serta apa yang dibutuhkan manusia terkait urusan dunia dan agama mereka, serta terkait kehidupan dunia dan akhirat mereka.”
Jadi, hukum-hukum agama dan duniawi (politik, ekonomi, sosial dan lain-lain) yang dibutuhkan umat Islam dalam kehidupan mereka di dunia itu telah ada di dalam Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dalam bentuk hukum-hukum fundamental dan dan prinsip-prinsip umum yang fleksibel dan menjangkau setiap ruang dan waktu). Umat Islam tidak menjadi umat yang sempurna kecuali apabila mereka patuh kepada Allah dengan kepatuhan yang sempurna dalam menjalani agama dan dunia mereka; di waktu shalat, saat jual beli, saat senang, saat menikah dan dalam berpolitik. Hal itu agar mereka menjadi sebaik-baik umat yang pernah ditampilkan ke hadapan umat manusia, sebagaimana yang dikehendaki Allah ‘Azza wa Jalla.