Wednesday, July 7, 2010

Kota Teaneck New Jersey Tunjuk Walikota Muslim dan Wakilnya Yahudi

Lebih dari setengah abad yang lalu, kota Teaneck, New Jersey, yang duduk di bawah bayangan kota New York yang tepat berada di seberang Sungai Hudson, menjadi salah satu wilayah komunitas Amerika pertama yang secara sukarela mengintegrasikan sekolah publik.
Sekarang, penduduk kota yang digambarkan sebagai penduduk wilayah pinggiran yang "progresif dan multikultural" sekali lagi telah mengukuhkan jalan baru mereka, dengan memilih seorang Muslim 'taat' sebagai walikota dan seorang Yahudi Ortodoks menjadi wakilnya.
"Tidak ada ditempat lain kecuali di sini bisa terjadi," kata Muhammad Hamiduddin, walikota Muslim pertama kota Teaneck dan salah satu dari segelintir umat Islam yang menjadi pemimpin kota di seluruh negeri AS.
"Kesempatan untuk membawa dua komunitas bersama dan menghapuskan stereotip harus diwujudkan oleh bangsa kita."

Dewan kota non-partisan Teaneck pekan lalu memutuskan untuk menunjuk Hamiduddin dan Adam Gussen, yang keduanya merupakan anggota dewan kota, mengisi pos masing-masing, yaitu menjadi walikota dan wakil walikota, yang jabatan tersebut akan mereka pegang selama dua tahun.
Bersama-sama, mereka akan mengatur apa yang disebut Bergen County kota kedua terbesar dan rumah untuk Amerika keturunan Afrika, Ortodoks Yahudi dan komunitas umat Muslim.
Anggota Dewan, warga dan pengamat luar menyebut pasangan Walikota serta wakilnya, Hamiduddin dan Gussen sebagai peristiwa "bersejarah," terutama pada saat pandangan keagamaan para pemimpin politik telah menjadi sumber perpecahan di tempat lain di seluruh negara.
Hamiduddin dan Gussen mengatakan tantangan terbesar mereka tidak akan menjembatani pemisahan agama secara pribadi atau memperbaiki perbedaan sosial-budaya dalam komunitas mereka.
Sebaliknya, keduanya akan menghadapi dilema menjaga kota tetap bekerja untuk mengendalikan meroketnya pajak properti di tengah resesi ekonomi yang menghantam Amerika.
"Di New Jersey sekarang, kami telah mencoba berulang kali dan berbagai pilihan sulit untuk membuat ekonomi membaik," kata Hamiduddin, dan kemajuan ekonomi akan melintasi semua hambatan."
"Semua orang merasakan susahnya kondisi keuangan dan hal itu tidak peduli warna kulit Anda atau keyakinan anda. Setiap orang merasakan keprihatinan yang sama bagaimana jalanan tidak terpelihara atau apakah peralatan taman ini berfungsi atau tidak," kata Gussen.
"Kita bisa pergi dan berbicara tentang hal-hal yang membuat kita berbeda, atau kita dapat menggali sedikit lebih dalam dan mengungkap semua hal luar biasa yang kita miliki bersama."
Hamiduddin dan Gussen, keduanya dianggap sosok yang 'taat' beragama dan mereka berasal dari keluarga yang sangat religius, menghadiri sekolah menengah bersama di Teaneck dan kemudian melanjutkan ke Rutgers University. (fq/abc)

No comments:

Post a Comment